Senin, 01 November 2010
review 3
• Judul : Analisis Permalan Penjualan Sepeda Motor Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki di Indonesia
• Pengarang ; Wahyu Setiono
• Tahun : 2010
• Latar Belakang :
Salah satu tujuan utama dari perusahaan adalah memperoleh suatu keuntungan, dimana keuntungan tersebut akan diperoleh apabila perusahaan menjual barang dan jasa dengan harga yang lebih tinggi dari harga pokoknya. Naik dan turunnya penjualan yang dicapai dapat dipergunakan sebagai alat pengukuran (success indicator) maju tidaknya perusahaan tersebut. Masalah utama yang dihadapi oleh perusahaan pada saat akan menjual suatu barang atau jasa pada umumnya adalah barang atau jasa apakah yang akan dijual, berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan agar barang dan jasa tersebut dapat terjual, dan berapa harag barang atau jasa tersebut agar mendapatkan keuntungan yang optimal bagi perusahaan tetapi tetap dengan harga yang terjangkau oelh pembeli atau konsumen. Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan menggunakan permalan dalam menentukan berapa besar penjualan optimal. Langkah terpenting dalam peramalan penjualan adalah memverifikasi peramalan sedemikian rupa sehingga dapat mencerminkan penjualan yang akan dicpai dimasa mendatang.
• Masalah :
- Bagaimana peramalan penjualan sepeda motor Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki pada periode selanjutnya
- Metode peramalan apa yang tepat digunakan oleh penulis untuk meramalkan penjualan sepeda motor perusahaan Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki
• Tujuan Penelitian :
- Mengetahui seberapa besar nilai peramalan penjualan volume sepeda motor Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki yang akan dicapai perusahaan sepeda motor tersebut pada periode yang akan datang
- Mengetahui jenis metode peramalan yang tepat dalam meramalkan penjualan sepeda motor perusahaan Honda,Yamaha, Suzuki dan Kawasaki
• Metodologi :
A. Objek Penelitian
- PT Astra Honda Motor
- PT Yamaha Motor Indonesia
- PT Suzuki Motor Indonesia
- PT Kawasaki Motor Indonesia
B. Data/ variable yang digunakan
Menggunakan data penjualan sepeda motor per bulan perusahaan PT Astra Honda Motor, PT Yamaha Motor Indonesia, PT Suzuki Motor Indonesia, dan PT Kawasaki Motor Indonesia selama 22 bulan yaitu dari bulan Januari 2008 sampai dengan bulan Oktober 2009
C. Pengumpulan data / variable
- Studi kepustakaan
D. Alat analisis yang digunakan
Metode peramalan kuantitatif Model Time Series Analysis (Deret Waktu) yaitu Moving Average, Weight Moving Average terbobot dan Exponential Smoothing.
• Hasil dan Kesimpulan :
- Peramalan untuk PT Astra Honda Motor di periode selanjutnya dengan menggunakan Metode Moving Average sebesar 261233 unit motor,Weighted Moving Average 264344 unit motor, dan Exponential Smoothing 228585 unit motor. PT Yamaha Motor Indonesia untuk metode MA sebesar 248669 unit motor, metode WMA 251707 unit motor, dan ES 215893 unit motor. PT Suzuki Motor Indonesia untuk metode MA sebesar 38924 unit motor, metode WMA 38838 unit motor, dan Metode ES sebanyak 47518 unit motor. PT Kawasaki Motor Indonesia untuk metode MA sebesar 4994 unit motor, metode WMA sebesar 4926 unit motor, dan metode ES sebesar 4440 unit motor.
- Untuk PT Astra Honda Motor, PT Yamaha Motor Indonesia, PT Suzuki Motor Indonesia, dan PT Kawasaki Motor Indonesia sebaiknya menggunakan metode WMA dalam melakukan permalan untuk kegiatan mengindustrikan sepeda motornyadi periode yang akan datang. Karena masing-maisng mempunyai tingkat kesalahan/ MAD yang lebih kecil dibandingkan menggunakan metode MA dan ES. Dengan nilai MAD untuk PT Astra Honda Motor sebesar 34714 unit motor, PT Yamaha Motor Indonesia sebesar 21700 unit motor, PT Suzuki Motor Indonesia sebesar 10110 unit motor, dan PT Kawasaki Motor Indonesia sebesar 1007 unit motor.
• Saran :
Sebaiknya PT Astra Honda Motor , PT Yamaha Motor Indonesia, PT Suzuki Motor Indonesia dan PT Kawasaki Motor Indonesia menggunakan metode WMA dalam melakukan peramalan untuk kegiatan mengindustrikan sepeda motornya di periode yang akan datang di Indonesia. Serta diperlukan penelitian lebih lanjut tentang metode-metode forecasting yang lebih praktis, efisien, serta menghasilkan forecast error yang lebih kecil dibandingkan dengan metode yang digunakan.
Review 2
• Judul : Analisis Forecasting dalam penjualan tiket pesawat pada PT Sky Travel
• Pengarang ; Solichin Anwar
• Tahun : 2008
• Latar Belakang :
Dengan maju dan berkembangnya teknologi, banyak para penumpang yang beralih dari transportasi darat ke udara karena lebih efisien dari segi waktu. Banyaknya permintaan akan transportasi udara maka juga semakin banyak perusahaan yang menjual jasa tiket pesawat terbang. Hari-hari besar sering kali menjadi masa dimana para pengusaha bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat dibandingkan hari biasa. Tentu fungsi promosi sangat diperlukan. Dalam perusahaan dibutuhkan forecasting penjualan produk dan jasa diwaktu yang akan datang dan bagian-bagiannya sangat penting dalam perencanaan dan pengawasan di sebuah perusahaan. Suksesnya perusahaan tergantung bagaimana cara perusahaan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat berlomba merebut konsumen pada penerapan strategi yang efektif dalam ekspansi pasar.
• Masalah :
Berapa besar penjualan yang diramalkan perusahaan untuk bulan Juni 2008
• Tujuan Penelitian :
Untuk mengetahui penjualan yang telah berjalan dan dilakukan oleh PT Sky Travel dan berapa penjualan yang telah menggunakan metode forecasting
• Metodologi :
- Objek penelitian
PT Sky Travel
- Data/ Variabel
a.Data Primer
b.Data Sekunder
- Metode Pengumpulan Data
a. Studi Lapangan (field research)
1.Melalui interview
2.Melalui dokumentasi
b. Penelitian kepustakaan (library research)
- Alat Analisis
Forecasting dengan menggunakan metode peramalan Moving Average (MA), Weight Moving Average(WMA), dan Exponential Smoothing(ES)
- Model Penelitian
a. Gambar = table penjualan, table peramalan penjualan tiap metode, grafik data penjualan tiap metode
b. Matematis = rumus metode MA, WMA, dan ES
• Hasil dan Kesimpulan :
- Dengan metode MA diketahui ramalan tingkat penjualan untuk bulan Juni 2008 yaitu Rp.210.778.750 dengan MAD Rp.45.572.875 dengan kisaran Rp.165.205.875 ≤ x ≤ Rp.256.351.625
- Dengan metode WMA diketahui ramaln tingkat penjualan bulan Juni 2008 yaitu Rp.217.643.200 dengan MAD Rp.43.669.300 dengan kisaran Rp.173.973.900 ≤ x ≤ Rp.261.312.500
- Dengan metode ES diketahui ramalan tingkat penjualan untuk bulan Juni 2008 yaitu Rp.197.474.186 dengan MAD Rp.53.289.259 dengan kisaran Rp.144.184.926 ≤ x ≤ Rp.250.763.459
- Metode WMA adalah yang paling tepat untuk digunakan karena memiliki tingkat error yang paling rendah, dan sifatnya stabil mendekati kenyataan.
• Saran :
- Antisipasi perubahan keadaan bisnis, mengingat bahwa hari-hari besar atau bulan-bulan tertentu sangat berpengaruh terhadap tingkat penjualan maka diperlukan karyawan yang lebih banyak untk melayani konsumen
- Antisipasi moment-moment hari raya, sebaiknya dalam perencanaan penjualan dilakukan dengan baik dan benar supaya mengurangi tingkat kesalahan, mislnya kuota tiket yang dijual diperbanyak dalam bulan tertentu misalnya bulan Ramadhan atau Tahun Ajaran Baru
- Meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki PT Sky Travel agar mampu bersaing dengan badan usaha yang sejenis lainnya
Review 1
• Judul : Peramalan penjualan karcis kereta api di Stasiun Kemayoran tahun 2007
• Pengarang ; Wahyu Subarkah
• Tahun : 2008
• Latar Belakang :
Transportasi merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Apa jadinya apabila tidak ada transportasi, maka seluruh aktifitas yang kita lakukan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya, sehingga mampu menguras waktu. Salah satu jenis transportasi yaitu transportasi darat. Dalam transportasi darat, kereta api adalah salah satu alat transportasi yang dinilai lebih aman, murah, dan cepat. Kecenderungan orang berpergian jarak jauh maupun dekat bertambah, hal ini dapat dinilai dengan penambahan jumlah gerbong maupun frekuensi pemberangkatan jumlah penumpang yang selalu penuh
• Masalah :
- Seberapa besar jumlah pengeluaran karcis dalam proses uji coba yang dilakukan penulis
- Forecasting penjualan karcis pada jenis kereta api listrik di Stasiun Kemayoran pada tahun 2007
• Tujuan Penelitian :
- Mengetahui forecasting penjualan karcis KA KRL pada PT KAI dengan menggunakan metode index musim dan metode least square di Stasiun Kemayoran
- Untuk memperoleh pengetahuan praktis menenai proses peramalan dalam metode index musiman dan metode least square
• Metodologi :
A.Analisis Data
Dari penjualan karcis KA KRL tahun 2006 bulan Januari-Maret di stasiun Kemayoran
Metode = 1. Metode Index Musim
2. Metode Least Square
B.Cara pengambilan data
1. Observasi
2. Wawancara
3. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
C. Model Penelitian
- Matematis: a. dengan rumus index musim
b. Dengan rumus metode least square
- Gambar : a. table perkembangan penjualan karcis
b. table proyeksi index musim bulanan
c. table ramalan penjualan
d. grafik ramalan penjualan
• Hasil dan Kesimpulan :
- Realisasi penjualan karcis KA di stasiun Kemayoran terdapat fluktuasi penjualan dari minggu I sebesar 380383, minngu II sebesar 400941, minggu III sebesar 395621, minggu ke IV sebesar 448802 ditahun 2006. Dilihat dari hasil penjualan karcis tersebut maka minggu IV orang-orang cenderung pergi berlibur untuk berakhir pecan dibandingkan dalam minggu I, II, dan III
- Dengan menggunakan metode index musim dan metode least square, peramalan penjualan karcis pada tahun 2007 menghasilkan nilai yang lebih kecil dibandingkan penjualan karcis di tahun 2006. Hal ini dikarenakan tidak adanya kesadaran para penumpang dalam membeli karcis.
• Saran :
- Harus adanya kedisiplinan para penumpang dalam hal membeli karcis agar dapat meningkatkan pendapatan penjualan karcis di Stasiun Kemayoran
- Memperbaiki sarana dan prasarana di Stasiun Kemayoran agara dapat memberikan rasa nyaman bagi para penumpang di stasiun Kemayoran.
Selasa, 21 September 2010
Kita semua adalah Tubuh Kristus
Asalkan bertumbuh di atas Firman-Nya
Bila kasihmu seperti kasihku
Kaulah saudara dan saudariku
Adik-ad tau lagu ini ga? Yups, lagu ini menggambarkan kalau ga peduli dari gereja mana pun tapi kalau kita satu di dalam Kristus kita semua sama sebagai anak-anak Allah.
Akhir-akhir ini banyak kita dengar dedominasi gereja Kristen yang ada (seperti yang kita sudah pelajari di PT di minggu- minggu yang kemarin, masih ingat kah? ). Ada yang pola ibadah nya seperti ini, ada yang seperti itu. Kadang di usia Teruna seperti kita, kita masih berorientasi dengan pola dan cara ibadahnya. Misalnya :: di gereja saya ga asik ah, ibadahnya monoton, kuno, ga kaya di gereja A ibadahnya asik, full music band nya, gaul, semangat…..atau ah, di gereja ku pendetanya khotbahnya lama trus Cuma terkesan satu arah, tapi di gereja B pendetanya bahasanya gaul, suka berinteraksi sama jemaatnya………pernahkah kalian ada di posisi seperti itu?
Ibadah bukan ditentukan oleh bagaimana caranya, siapa pelayan firman nya, gedung ibadahnya atau hal-hal lainnya, tetapi ibadah yang berkenan di hadapan Tuhan tergantung bagaimana kita bisa menyiapkan hati dan pikiran kita untuk menerima Firman dan berkat Tuhan. Ga peduli bagaimana itu ibadahnya. Mau gereja ini, gereja itu, yang jelas jika kita sama-sama memiliki iman percaya kepada Yesus Kristus, kita adalah satu sebagai anak-anak Allah. Seperti kata FirTu :: Kamu adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya (1 Korintus 12 : 27 ). Firman ini menunjukan kalau walaupun kita berasal dari gereja ini atau gereja itu tapi kita yang adalah anggota tubuh Kristus sama-sama dipakai Tuhan Yesus untuk mengerjakan pekerjaanNya, yaitu mewartakan kabar baik tentang Kerajaan Allah dimana pun kita ditempatkan.
Nah, di bulan ini gereja kita tercinta yaitu GPIB berulang yahun yang ke 62. GPIB sudah banyak tersebar di daerah di Indonesia bahkan sampai ke pelosok.GPIB juga memiliki misi dan visi untuk mewartakan Kerajaan Allah khususnya di wilayah Indonesia again barat sesuai dengan namanya. Sudahkah kita mencintai dan peduli dengan GPIB?
Mari adik-adik kita doakan agar GPIB di HUT nya ini bisa lebih menjadi garam dan terang untuk lingkungan sekitar nya dan lebih banyak menjangkau para Jemaatnya. Selamat ulang tahun GPIB ku…..Tuhan Memberkati.
Tanah Air Beta
Indonesia sejak dulu kala, Slalu dipuja-puja bangsa….
Disana tempat lahir beta, Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua, Sampai akhir menutup mata
kita semua pasti tau lagu ini kan? Lagu karangan Ismail Marzuki ini benar-benar menggambarkan betapa seseorang sangat mencintai negerinya yang sangat indah, yang sangat berharga, bahkan digambarkan pula dia mau tetap mencintai negerinya sampai dia mati (menutup mata). Lagu ini membangkitkan semangat nasionaisme bagi siapa yang mendengarnya. Atau , kalian udah pernah nonton film bioskop dengan judul yang sama seperti lagu ini? Cerita yang diangkat juga sangat menggambarkan bagaimana seseorang bisa bertahan hidup di daerah pengungsian karena dia sangat mencintai negerinya yaitu Indonesia.
Nah, sudah berapa lama sih kita tinggal di negeri ini? Sudah berapa banyak pula kekayaan alam di Indonesia yang kita lihat? Negeri Indonesia adalah negara kepulauan yang punya banyak banget obyek wisata yang keren-keren dengan kekayaan alamnya yang bisa kita eksplore lagi (tapi jangan jadi eksploitasi yang berlebihan ya…hihihi), fauna yang lucu-lucu, juga masyarakatnya yang ramah-ramah, kata orang sunda sih Gemah Ripah Loh Jinawi (hayo, ada yang tau artinya ga?)…..Terkadang kita suka mengeluh dengan keadaan bangsa kita yang kita harap ga sesuai sama apa yang kita harapkan. Sadar atau ga, sering banget lho kita membandingkan negara kita sendiri dengan negara orang lain yang kita anggap lebih keren….
Hey teman, negara kita ga bisa dibeli dengan apapun. Para pahlawan kita dulu, mati-matian mengorbankan nyawanya hanya untuk satu kata yaitu MERDEKA. Ada kalimat yang mengatakan “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya”.Sekarang tugas kita sebagai Teruna-Nya Allah dan juga anak Indonesia untuk mencintai negeri kita sendiri, mengisi kemerdekaan itu dengan giat belajar,mempromosikan keindahan Indonesia, melestarikan budaya yang ada, dan yang terlebih lagi mengucap syukur untuk segala keindahan yang telah Tuhan berikan di negara kita ini.
Tuhan Yesus memberikan segala sesuatu tuh indah banget, hamparan pemandangan yang ada itu semua karya tangan Tuhan Allah yang luar biasa. Dia juga pengen kan kita sebagai manusia untuk mengusahakannya seperti apa yang telah Tuhan bilang di Kejadian 1 : 28b. Bersyukurlah dengan semuanya yang telah Allah berikan di dalam kehidupan kita, terlebih lagi untuk negara Indonesia kita tercinta yang telah berusia 65 tahun ini. Selamat Ulang tahun negeriku, Indonesia. Tuhan Memberkati.
Kamis, 27 Mei 2010
Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungan sekitarnya berdasarkan ide nasionalnya yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945 (Undang-Undang Dasar 1945) yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat, bermartabat serta menjiawai tata hidup dalam mencapai tujuan perjuangan nasional. Wawasan Nusantara telah diterima dan disahkan sebagai konsepsi politik kewarganegaraan yang termaktub / tercantum dalam dasar-dasar berikut ini :
- Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1973 tanggal 22 maret 1973
- TAP MPR Nomor IV/MPR/1978 tanggal 22 maret 1978 tentang GBHN
- TAP MPR nomor II/MPR/1983 tanggal 12 Maret 1983
Ruang lingkup dan cakupan wawasan nusantara dalam TAP MPR '83 dalam mencapat tujuan pembangunan nasionsal :
- Kesatuan Politik
- Kesatuan Ekonomi
- Kesatuan Sosial Budaya
- Kesatuan Pertahanan Keamanan
Wawasan Nusantara mencakup :
1. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik, dalam arti :
a. Bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa.
b. Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah serta memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas-luasnya.
c. Bahwa secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai tekad dalam mencapai cita-cita bangsa.
d. Bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya.
e. Bahwa kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
f. Bahwa seluruh Kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi kepada kepentingan nasional.
g. Bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negeri bebas aktif serta diabdikan pada kepentingan nasional.
2. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi, dalam arti :
a. Bahwa kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air.
b. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah dalam pengembangan kehidupan ekonominya.
c. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.
3. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial dan Budaya, dalam arti :
a. Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan bangsa yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa.
b. Bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya bangsa seluruhnya, dengan tidak menolak nilai – nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, yang hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa.
4. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Pertahanan Keamanan, dalam arti :
a. Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakekatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
b. Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.
Pertahanan Militer
Pertahanan militer sebagai kekuatan bersenjata ditampilkan melalui SDM dan Alutsista, dibangun, dan dikembangkan secara profesional untuk mencapai tingkat kekuatan sampai pada standar penangkalan. Namun, pembangunan kekuatan pertahanan negara harus dipersiapkan untuk menghadapi setiap ancaman militer yang sewaktu-waktu dapat timbul.
Upaya penangkalan tidak bersifat pasif, tetapi dikembangkan dalam suatu strategi penangkalan yang memiliki sifat dinamis, melalui kesiapsiagaan kekuatan pertahanan untuk menghadapi kondisi terburuk, yakni menghadapi ancaman aktual dalam bentuk perang atau bentuk ancaman militer lainnya.
Postur pertahanan militer berdasarkan
- Faktor ancaman, baik yang potensial maupun ancaman nyata, dalam kurun waktu tertentu;
- Standar penangkalan, ukuran kemampuan yang harus dicapai oleh Angkatan Bersenjata. Ukuran kemampuan mencakupi kekuatan SDM dan Alutsista serta profesionalitas prajurit, yang tercermin dalam gelar kekuatan guna mewujudkan efek penangkalan; dan
- Organisasi. Manajemen pemerintahan yang berkualitas dan efektif dengan kinerja yang tinggi sehingga dapat mewujudkan Tentara yang profesional, berdaya tangkal, dan disegani.
Dalam konteks “menghadapi ancaman militer”, kekuatan pertahanan yang dimiliki didayagunakan untuk mengatasi situasi negara yang terancam oleh suatu serangan militer dari negara lain, atau sedang diperhadapkan dengan adanya jenis ancaman yang akan mengganggu kepentingan nasional.
Tata ruang wilayah pertahanan, sebagai proses perencanaan penataan, pengendalian dan pemanfaatan ruang, merupakan satu kesatuan sistem yang tidak terpisahkan. Rencana tata ruang disusun dengan perspektif kondisi masa depan yang diharapkan, bertitik tolak dari data, informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dipakai serta memperhatikan keragaman wawasan kegiatan tiap sektor, lingkungan hidup dan hakekat ancaman yang berkembang setiap waktu.

